Sabtu, 06 Oktober 2012

Kisah Seorang Pelacur yang Masuk Surga Karena Menolong Anjing


Sesungguhnya, setiap orang beriman berhak atas surga. Tak peduli apa statusnya. Orang yang mulia atau mereka yang hina-dina. Karena surga adalah milik Allah, maka terserah kepada Allah, siapa yang diridhoi-Nya untuk masuk ke dalam surga-Nya itu.
Dan Rasulullah SAW telah mengindikasikan bahwa seorang ahli ibadah tidak serta-merta mendapat jaminan akan masuk surga, karena surga lebih diutamakan bagi mereka yang mencintai Allah dengan sesungguh-sungguhnya kecintaan. Seperti juga kita, maka pastilah kita lebih suka kepada orang yang kita sukai untuk datang ke rumah kita, daripada mereka yang selalu memuja-muji kita – dengan niat bergelimang pamrih. Demikianlah juga Allah memilih mereka yang lebih dicintai-Nya. Dan Dia Maha Mengetahui akan segala yang tertampak pada lahir dan terbersit dalam batin....
Maka, hendaknya kita tidak jadi merasa heran saat mengetahui bahwa Allah telah memasukkan seorang pelacur ke dalam surga-Nya yang mulia. Karena Dia sungguh mengetahui apa-apa yang selayaknya dianugerahkan kepada hamba-hamba-Nya. Tapi, bagaimana ceritanya kok seorang pelacur bisa sampai masuk ke surga? Silakan menyimak riwayat berikut ini. Semoga menjadi pelajaran dan teladan bagi kita, untuk meraih ridho Allah.

Pada suatu hari, dalam suatu majelis, seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai, Rasulullah. Apakah hanya orang-orang ahli ibadah saja yang akan masuk surga?”

Dengan tegas Rasulullah menjawab, “Tidak. Sesungguhnya, seseorang itu masuk surga bukan semata-mata karena ibadahnya, melainkan karena ketulusan cintanya kepada Allah.”
Penasaran, orang itu bertanya lagi, “Apa itu berarti... hanya para aulia dan alim-ulama saja yang akan masuk surga?”
 
Rasulullah kembali menegaskan, “Tidak, bukan begitu. Karena sesungguhnya telah ada seorang pelacur yang masuk ke surga.”
 
Keruan saja semua yang hadir di majelis itu jadi kaget dan bertanya-tanya. Maka Rasulullah lalu menceritakan mengenai pelacur itu.
 
Suatu hari, di tengah suatu musim kemarau yang amat kering, tutur Rasulullah, ada seekor anjing liar yang hampir mati kehausan. Anjing ini amat buruk rupanya dan penuh kudis badannya. Karena amat hausnya, anjing itu sampai menjilat-jilat tanah lembab di depan rumah seorang ulama terkenal. Melihat makhluk menjijikkan itu, si ulama segera mengusirnya dan bahkan melemparinya dengan batu.

Anjing itu lari ketakutan sampai ke luar desa, dan akhirnya – karena lelah dan kehausan – hewan malang itu ambruk di pinggir sumur. Nampaknya, tak ada harapan lagi buat anjing itu. Dia pasti mati kalau tidak segera mendapatkan minum. Namun di saat kritis itu, lewat seorang pelacur. Ia melihat anjing itu, terbaring putus asa dengan lidah terjulur dan napas tersengal-sengal, dan ia merasa iba. Maka, ia lalu melepas terompahnya (alas kakinya) dan merobek gaunnya. Dengan sobekan gaun dan terompah itu ia lantas membuat timba untuk mengambil air dari sumur, lalu memberi anjing itu minum.

Setelah puas minum, anjing itu sehat kembali dan lantas pergi. Si Pelacur merasa gembira melihat anjing itu tidak jadi mati kehausan. Melihat apa yang telah diperbuat oleh hamba-Nya yang pelacur itu, Allah mengatakan kepada malaikatnya: “Catatlah hamba-Ku itu. Dia adalah salah satu hamba-Ku yang akan masuk surga pertama.”
 
“Subhanallah...!” puji orang-orang yang hadir dalam majelis itu, dengan harapan baru tumbuh dalam hati mereka akan kasih sayang Allah.
 
Dan kita... apa yang telah kita lakukan sehingga kita punya harapan untuk layak memperoleh anugerah sehebat itu dari Allah?
"Dari Abu Hurairah r.a katanya “Rasulullah SAW. Bercerita “Pada suatu ketika ada seekor anjing mengelilingi sebuah sumur. Anjing itu hampir mati kehausan. Tiba-tiba dia terlihat oleh seorang wanita pelacur bangsa bani Israil. Maka dibukanya sepatu botnya, kemudian dicedoknya air dengan sepatunya, lalu diberinya minum anjing yang hampir mati itu . maka Allah swt mengampuni segala dosa wanita itu (dengan asbab amalnya beri minum anjing itu)."

http://kamimuslimsejati.blogspot.com/2012/05/kisah-seorang-pelacur-yang-masuk-surga.html

Perbedaan Jilbab, Khimar dan Kerudung


Tahukah Kamu, Perbedaan Jilbab, Khimar, dan Kerudung, Seringkali terjadi misunderstanding antara perbedaan jilbab, khimar dan kerudung, terutama pada jilbab dan kerudung. Jenis pakaian ini merupakan pakaian dari wanita yang mayoritas digunakan oleh seorang muslimah, walau tak hayal terkadang non-muslimpun menggunakan jenis pakaian seperti ini. Sebelum kita berbicara lebih banyak tentang jilbab, khimar dan kerudung, mari kita kenal dulu hukum-hukum Islam tentang aurat wanita.

Menutup aurat merupakan kewajiban bagi semua muslim. Untuk pria yaitu mulai dari pusar sampai lutut dan pada wanita seluruh tubuh kecuali uka dan telapak tangan. Dasar hukumnya ada pada Q.S. Al-A�raaf ayat 26 yang kurang lebih seperti dibawah ini artinya.

"Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat."

Pada postingan ini, penulis tidak akan menguraikan secara detail dari ayat diatas, namun penulis hendak memperjelas pengertian dari jilbab dan pakaian sejenisnya yaitu jilbab, khimar dan kerudung.

JILBAB


Jelas sekali bahwa jilbab wajib hukumnya dikenakan oleh wanita muslim atau muslimah. Dalam Al-Qur�an kitabulloh, Q.S. Al-Ahzab ayat 59 yang kurang lebih artinya adalah sebagai berikut:

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Kata hendaklah merupakan penegasan bahwa penggunaan jilbab bagi wanita hukumnya wajib dilaksanakan dengan kausalitas bahwa setelah menggunakan jilbab akan membuat si wanita tidak diganggu.

Definisi Jilbab adalah pakaian bawah terusan yang menutupi seluruh aurat wanita mulai dari leher hingga ujung kaki. Pakaian ini layaknya mantel atau jas hujan. Berikut gambarnya:


KHIMAR

Khimar merupakan pakaian atas atau penutup kepala. Desain pakaian ini yaitu menutupi kepala, leher dan menjulur hingga menutupi dada wanita dari belakang maupun dari depan (termasuk menutupi tulang selangka). Khimar ini tidak diikatkan ke leher seperti kerudung, karena jika hal tersebut dilakukan, maka akan memperjelas bentuk lekuk dada dari wanita. Jadi khimar harus menjulur lurus kebawah dari kepala ke seluruh dada tertutupi. Berikut contoh gambarnya.


KERUDUNG

Kerudung hampir mirip dengan Khimar , namun kerudung tidak dianjurkan dalam Islam, karena desain kerudung cuma sebagai penutup kepala saja. Kerudung yang hanya sebagai penutup kepala, tidak sepanjang khimar yang mampu menutupi dada wanita sekaligus. Berikut contohnya dari kerudung itu.


Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan secara desain dari jilbab, khimar dan kerudung. Sementara dari sisi penggunaan, jelas sekali bahwa wanita wajib hukumnya menutupi aurat dengan pakaian yang dianjurkan seperti pada wanita di masa nabi Muhammad S.A.W. yaitu menggunakan kombinasi jilbab (pakaian bawah) dan khimar (pakaian atas). Dengan menggunakan jilbab dan khimar, maka semua aurat wanita dapat tertutupi termasuk pada bagian dada (tanpa membentuk lekukan).

Sumber: http://zc-secret.blogspot.com/2012/10/tahukah-kamu-perbedaan-jilbab-khimar.html



Rahasia Mujarab Terkabulnya Doa Yang Justru Kita Lewatkan


Doa adalah senjata kaum muslimin, apa jadinya bila senjata itu tumpul dan tidak mempan. Bagaimana senjata itu sekarang begitu tumpul dirasakan bahkan seorang ulama pun yang memegangnya tidak terasa apa apa. Ada apa dibalik tidak terkabulnya doa Manusia sekarang ?. Anda akan heran bagaimana doa seseorang tidak dapat dikabulkan justru karena sesuatu hal yang sebenarnya menurut kita sepele. Apakah Itu?

Tepat, Makanan yang kita makan ternyata sangat mempengaruhi kekuatan sebuah doa.

Doa akan sangat mudah sekali dikabulkan ketika hati kita bersih, Dan hati berhubungan dengan darah, sedangkan darah erat kaitannya dengan sesuatu yang kita makan dan kita pikirkan. Darah juga lah yang akan menjadi saksi syahid tidaknya seseorang. Anda Ingat para syahid yang darahnya terus mengucur segar ketika sudah meninggal lama?. Menurut anda bagaimana keadaan darahnya saat itu.

Perhatikan sabda Rosulullah berikut :
Sa’ad bin Abi Waqash pernah meminta dido’akan Nabi saw agar do’a-do’anya senantiasa dikabul. Maka Nabi bersabda, ”Hai Sa’ad, perbaiki makananmu, tentu do’amu akan dikabulkan. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada dalam kekuasaan-Nya, sesungguhnya seorang hamba yang memasukkan makanan haram di dalam mulutnya tidak akan diterima amalnya selama 40 hari. Dan siapa saja hamba yang dagingnya tumbuh dari barang haram, neraka lebih utama baginya!” (HR. Thabrani).

Akan percuma sekali jika kita sudah mengerti dan pandai tata cara, rukun, adab dan syarat serta waktu terkabulnya doa sedangkan kita melupakan hal yang justru sangat pent ing yang pernah diisyaratkan oleh Nabi Muhammad sekalipun anda seorang ahli ibadah, hal ini hanya akan menjadi senda gurau dan bahan olokan syetan.

”Sesungguhnya jika ada seseorang yang taat beribadah, setan akan berkata kepada kawan-kawannya, ’Lihatlah dari mana makanannya’. Jika makanannya berasal dari yang haram, maka setan berkata, ’Biarkan saaja dia berpayah-payah dan bersungguh-sungguh (beribadah), sungguh telah cukup bagi kalian dirinya itu. Sesungguhnya kesungguhan beribadahnya beserta makan barang haram tidak akan membawa manfaat”. (HR. Muslim)

Perhatikan juga kisah beliau tentang seorang laki-laki yang sedang menempuh perjalanan jauh, rambutnya kusut masai dan kedua kakinya berdebu. Ia menengadahkan kedua tangannya ke arah langit seraya berkata, "Ya Rabbi…!Ya Rabbi…! Namun makanannya haram, minumannya haram, dan ia dibesarkan dari barang yang haram. Lantas bagaimana mungkin doanya akan terkabul?!"

Coba perhatikan lafadzh "dan dia dibesarkan dari makanan yang haram." Beliau seakan mengisyaratkan dengan lafadzh tadi

Walhasil doa kita akan sangat mudah dikabulkan jika suasana darah kita bersih.

http://www.kumpulberita.com/2011/01/rahasia-mujarab-terkabulnya-doa-yang.html

Beginilah Cara Al-Qur'an Mengajak Manusia Berfikir

Salah satu sisi menarik kandungan Al-Qur’an adalah keterkaitan dengan masalah psikologi dan karakter manusia. Yaitu, bagaimana cara Al-Qur’an mengajak manusia untuk berpikir. Ada banyak jalan di dalam Al-Qur’an yang membuka pemikiran, sehingga manusia mau menggunakan akal sesuai dengan fungsinya untuk berpikir.


Secara eksplisit atau dalam istilah ‘Ulumul Qur’an disebut mantuq (makna yang tampak jelas menempel pada lafal), Al-Qur’an menggunakan kata-kata afala ta'qilun, afala tadzakkarun, afala tatadabbarun, afala tatafakkrun yang berarti "apakah kalian tidak berpikir?", pada banyak ayatnya. Intinya merangsang manusia untuk menggunakan akal dan pikirannya.
Namun tidak jarang Al-Qur’an menggunakan perumpamaan atau kisah yang secara implisit mengajak manusia untuk berpikir.

*****
Misalnya ketika Allah SWT menjelaskan kepada manusia bahwa sedekah yang dikeluarkan karena riya, tidak ikhlas dan menyakiti orang yang menerimanya, tidak akan membuahkan pahala sesuatupun.

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan sipenerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian”.

Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah , kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak berdebu)...". (QS.2. Al Baqarah 264).

Al-Qur’an mendeskripsikan kondisi sebuah lempengan batu yang tertutup lapisan pasir tipis. Sekilas, jika tidak dicermati, tanah itu tanah yang subur.

Begitu juga dengan sedekah yang disertai dengan menyebut-nyebut dan menyakiti, manusia akan menyangka sedekah tersebut diterima, padahal sebenarnya tidak membuahkan pahala sedikitpun seperti halnya lapisan pasir dan tanah yang disapu guyuran hujan.

*****
Contoh lain, ketika Allah SWT "mengilustrasikan" tuhan-tuhan yang disembah selain Dia dan menegaskan lemahnya kekuatan mereka, Allah menjelaskannya dalam untaian kalimat perumpamaan yang menusuk hati.

QS.29. Al-Ankabut 41: "Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui."

Pemakaian kata laba-laba sebagai musyabbah bihi (kata yang menjadi perumpamaan), dan pekerjaan membuat sarang sebagai wajhus syabh (sisi atau sifat yang sama, yaitu lemah), sangatlah beralasan.

Allah mentafsirkan orang-orang yang mempersekutukanNya ibarat laba-laba. Capek-capek ia buat, ternyata sangat lemah dan rapuh. Dengan hanya sekali tiup, terbang serta rusaklah rumah laba-laba itu.

*****
QS.7. Al-A'raf 40: "Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami dan menyombongkan diri terhadapNya, sekalikali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit, dan tidak pula mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum".

Ayat-ayat itu menggambarkan sebuah perumpamaan yang sekilas kelihatan remeh namun bisa membuat hati bergetar.

Betapa tidak?

Allah mengganjar orang-orang yang mendustakan ayat-ayatNya dan menyombongkan diri terhadapNya dengan tidak masuk surga selama unta tidak bisa masuk ke lubang jarum. Artinya, mereka tidak mungkin masuk surga selama-lamanya.

*****
QS.14. Ibrahim 18: "Orang-orang yang kafir terhadap Tuhannya, amal-amal mereka seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia)...".

Dari ayat tersebut, tergambar jelas bagaimana jika amal perbuatan tidak dilandasi dengan iman, sekalipun perbuatan itu baik di mata agama dan masyarakat maka akhirnya seperti debu yang ditiup angin yang kencang, berhamburan dan tercerai berai ke segala penjuru dan tidak akan pernah berkumpul kembali.

****************
Kadangkala Allah menggunakan kata-kata tertentu yang jika diucapkan secara jahr, memunculkan gambaran tentang keadaan dan situasi tentang materi yang. dimaksud.

*****
Misalnya, ketika Allah SWT menjelaskan tentang was-was dalam QS.114. An Nas 1 – 6, Dia memilih kata-kata yang menjadi akhir ayat dengan huruf yang secara dominan menjadi penyusun kata waswas itu sendiri yaitu huruf sin.

Ketika dibaca dan dilafalkan ayat demi ayat secara berurutan (washal) sampai akhir surat, seakan-akan terjadi pengucapan secara berulang-ulang pada kata was-was dan mengandung penekanan makna dari kata tersebut.

Begitu pula dengan kata-kata yang Allah SWT pilih sebagai sinonim hari kiamat. Dari segi pengucapannya, sangatlah berat seakan-akan menggambarkan kondisi hari kiamat yang juga bisa jadi lebih berat.

Dalam hal ini kata-kata As-Shaakhah dan At Thaammah perlu dicermati. Jika diamati dari sisi ilmu tajwid, kedua kata tersebut terdapat bacaan mad lazim Mutsaqqal kilmi, karena setelah huruf mad terdapat taysdid. Artinya dalam pengucapannya ada penekanan yang berat (mutsaqqal).

*****
Demikian pula, pada pemilihan kata-kata "Yasysyaqqaqd', QS.2. Al Baqarah 74: "...Dan di antaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari batu tersebut..."

Dengan hanya melafalkan ayat itu, tergambar jelas dahsyatnya air yang muncrat dari pecahan batu tersebut. Dalam makhanjul huruf (tempat keluarnya huruf), huruf syin keluar dari tengah lidah dan langit atas.

Selain itu, Syin juga mempunyai sifat tafassyi yang artinya menyebar. Yaitu, menyebarnya udara ke seluruh mulut ketika mengucapkan huruf syin, seperti tersebarnya percikan air ke segala penjuru ketika keluar pertama kalinya.

Perlu juga dicermati penggunaan kata "Yassha'add pada QS.6 Al-An'am 125: " Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah dia lagi mendaki langit..".

Ketika ayat itu dibaca sampai pada kata Yassha'adu, dari sisi bunyi atau lafal seolah-olah tersedak atau tercekik.

*****
Wajar, karena pada kata tersebut, terdapat dua huruf isti'la, artinya lidah terangkat , sehingga terkesan berat ketika mengucapkan huruf tersebut.

Menariknya, huruf shad dan 'ain ditasydid, kalau diuraikan dan dijumlahkan ada 4 huruf isti'la, 2 shad dan 2 'ain.

Kondisi yang sama akan dialami jika seseorang naik ke langit dan mencapai ketinggian tertentu dimana tidak ada oksigen.

Dengan kata lain, dengan membunyikan ayat Al-Qur’an, sudah dapat ditangkap makna yang dikandungnya, subhanallah....

****************
Cara yang lain yang juga dipakai Al-Qur’an adalah dengan melontarkan pertanyaan oratoris.
Yaitu, pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban.

Misalnya QS.6 Al-An'am 46 dan 47:
"Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku, jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hatimu, siapakah Tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikan kepadamu? Perhatikanlah bagaimana kami berkali-kali memperlihatkan tandatanda kebesaran (kami), kemudian mereka tetap berpaling (juga)."

Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku, jika datang siksaan Allah kepadamu dengan sekonyong-konyong atau terang-terangan, maka adakah yang dibinasakan Allah selain orang-orang yang dzalim?"

Pertanyaan yang terdapat pada ayat itu sangat menggelitik dan membuat manusia berpikir. Ilmu kedokteran modern dengan didukung teknologi yang canggih pun tidak akan sanggup membuat mata dan telinga menyamai ciptaan Allah yang asli baik secara bentuk maupun fungsi, apalagi membuat organ dalam manusia.

Jujur, terhadap orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah, pada dasarnya mereka tidak menggunakan akal pikiran mereka, kalaupun mereka memakainya, mereka mengingkari akal dan hati mereka sendiri.

Wajar, jika Allah menggunakan kata kafir untuk menyebut orang yang semacam ini, karena secara bahasa kafir adalah mengubur, menanam, menutup.

Mereka mengubur dan menanam dalam-dalam apa yang dikatakan oleh akal dan hati mereka karena kesombongan dan nafsu mereka.


Sumber : http://zilzaal.blogspot.com/2012/08/cara-al-quran-mengajak-berfikir.html

Subhanallah! Kisah Satu Gereja Masuk islam Gara-Gara Seorang Pemuda Islam di Amerika


Subhanallah! Kisah Satu Gereja Masuk islam Gara-Gara Seorang Pemuda Islam di Amerika
Sebuah kisah nyata yang terjadi di negerinya Paman Sam. Patut kita ambil hikmahnya, diantaranya :
1. Kebenaran Islam yang nyata,
2. Sangat beratnya timbangan kalimat syahadat,
3. Pentingnya bagi pemuda Muslim untuk menuntut ilmu,
4.Dsb.

Simak saja kisahnya…

Satu gereja masuk Islam benarkah? Semoga ALLAH mengijinkan kita menjadi pemuda seperti beliau, Amiiin….. Kisah Nyata Seorang Pemuda Arab Yang Menimba Ilmu Di Amerika. Ada seorang pemuda arab yang baru saja me-nyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika.Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya. Selain belajar, ia juga seorang juru dakwah Islam.

Ketika berada di Amerika, ia berkenalan dengan salah seorang Nasrani.Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah SWT memberinya hidayah masuk Islam. Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas di dekat sebuah gerejayang terdapat di kampung tersebut.Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja. Semula ia berkeberatan, namun karena ia terus mendesak akhirnya pemuda itupun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka. Ketika pendeta masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghormatan lantas kembali duduk.

Di saat itu si pendeta agak terbelalak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata, “Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar dari sini.” Pemuda arab itu tidak bergeming dari tempatnya. Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak bergeming dari tempatnya. Hingga akhirnya pendeta itu berkata, “Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya.” Barulah pemuda ini beranjak keluar. Di ambang pintu ia bertanya kepada sang pendeta, “Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang muslim.” Pendeta itu menjawab, “Dari tanda yang terdapat di wajahmu.” Kemudian ia beranjak hendak keluar, namun sang pendeta ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini, yaitu dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memojokkan pemuda tersebut dan sekaligus mengokohkan markasnya.

Pemuda muslim itupun menerima tantangan debat tersebut. Sang pendeta berkata, “Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menjawabnya dengan tepat.” Si pemuda tersenyum dan berkata, “Silahkan! Sang pendeta pun mulai bertanya,
1. Sebutkan satu yang tiada duanya,
2. dua yang tiada tiganya,
3. tiga yang tiada empatnya,
4. empat yang tiada limanya
5. lima yang tiada enamnya,
6. enam yang tiada tujuhnya,
7. tujuh yang tiada delapannya,
8. delapan yang tiada sembilannya,
9. sembilan yang tiada sepuluhnya,
10. sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh,
11. sebelas yang tiada dua belasnya,
12. dua belas yang tiada tiga belasnya,
13. tiga belas yang tiada empat belasnya.
14. Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh!
15. Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya?
16. Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga?
17. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyu- kainya?
18. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu!
19. Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diadzab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api?
20. Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yg diadzab dengan batu dan siapakah yang terpelihara
dari ibatu?
21. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar!
22. Pohon apakah yang mempu-nyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun
mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?”

Mendengar pertanyaan tersebut pemuda itu tersenyum dengan senyuman mengandung keyakinan kepada Allah. Setelah membaca basmalah ia berkata,
1. Satu yang tiada duanya ialah Allah SWT.
2. Dua yang tiada tiganya ialah malam dan siang. Allah SWT berfirman, “Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami).” (Al-Isra’:12) .
3. Tiga yang tiada empatnya adalah kekhilafan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir
menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir roboh.
4. Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan Al-Qur’an.
5. Lima yang tiada enamnya ialah shalat lima waktu.
6. Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ke-tika Allah SWT menciptakan makhluk.
7. Tujuh yang tiada delapannya ialah langit yang tujuh lapis. Allah SWT berfirman, “Yang telah
menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang
Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang.” (Al-Mulk:3).
8. Delapan yang tiada sembilannya ialah malaikat pemikul Arsy ar-Rahman. Allah SWT berfirman,
“Dan malaikat-malaikat berada dipenjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung ‘Arsy Rabbmu di atas(kepala) mereka.” (Al-Haqah: 17).
9. Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu’jizat yang diberikan kepada Nabi Musa : tongkat,
tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak, darah, kutu dan belalang dan *
10 .Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah kebaikan. Allah SWT berfirman, “Barangsiapa yang
berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat.” (Al-An’am: 160).
11. Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah saudara-saudara Yusuf.
12. Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah mu’jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah,
“Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, ‘Pukullah batu
itu dengan tongkatmu.’ Lalu memancarlah dari padanya dua belas mata air.” (Al-Baqarah: 60).
13. Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah saudara Yusuf ditambah dengan ayah dan
ibunya.
14. Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Shubuh. Allah SWT
berfirman, “Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing. ” (At-Takwir:18).
15. Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi Yunus AS.
16. Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara Yusuf, yakni ketika
mereka berkata kepada ayahnya,”Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba
dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami,lalu dia dimakan serigala.” Setelah
kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka, ” tak ada cercaaan ter-hadap kalian.” Dan
ayah mereka
Ya’qub berkata, “Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah
Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
17. Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara keledai. Allah SWT
berfirman, “Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keledai.” (Luqman: 19).
18. Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapak dan ibu adalah Nabi Adam, malaikat, unta Nabi
Shalih dan kambing Nabi Ibrahim.
19. Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diadzab dengan api ialah Abu Jahal dan
yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah SWT berfirman, “Wahai api dinginlah dan
selamatkan Ibrahim.” (Al-Anbiya’: 69).
20. Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta Nabi Shalih, yang diadzab dengan batu adalah
tentarabergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ash-habul Kahfi (penghuni gua).
21. Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah tipu daya wanita, sebagaimana
firman Allah SWT, “Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar.” (Yusuf: 2Cool.
22. Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun
mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon
adalah tahun, ranting adalah bulan, daun adalah hari dan buahnya adalah shalat yang lima waktu, tiga dikerjakan di malam hari dan dua di siang hari.

Pendeta dan para hadirin merasa takjub mendengar jawaban pemuda muslim tersebut.Kemudian ia pamit dan beranjak hendak pergi. Namun ia mengurungkan niatnya dan meminta kepada pendeta agar menjawab satu pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh sang pendeta.
Pemuda ini berkata, “APAKAH KUNCI SURGA ITU?” mendengar pertanyaan itu lidah sang pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rona wajahnya pun berubah. Ia berusaha menyembunyikan kekhawatirannya, namun hasilnya nihil. Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun ia berusaha mengelak.
Mereka berkata, “Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya ia jawab sementara ia hanya memberimu satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya! “
Pendeta tersebut berkata, “Sungguh aku mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, namun aku takut kalian marah. “
Mereka menjawab, “Kami akan jamin keselamatan anda.”
Sang pendeta pun berkata, “Jawabannya ialah: ASHADU AN LA ILAHA ILLALLAH WA ANNA MUHAMMADAR RASULULLAH.” Lantas sang pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu memeluk agama Islam. ALLAHU AKBAR!
Sungguh Allah telah menganugrahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang bertakwa. Subhanallah…!!
http://www.jejakbocah.com/2011/12/subhanallah-satu-gereja-masuk-islam.html

Rabu, 03 Oktober 2012

Tuntunan Ibadah Haji

Tuntunan Ibadah Haji

Ibadah haji merupakan rukun ke lima dari rukun islam, ibadah haji tidak diwajibkan bagi setiap orang ibadah ini hanya diwajibkan bagi yang mampu karena ibadah ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Di Indonesia ibadah Haji adalah ibadah yang paling mahal dan banyak ummat muslim harus antri un uk bisa melakukan ibadah tersebut. Daftar  tungggu sampai lima tahun menunggu antri untuk bisa u ibadah ini. Dalam ibadah ini Indonesia mendapatkan jatah jam’ah haji 200 ribu belum kuota tambahannya. Untuk mempermudah pemberangkatan ke Rumah Allah pemerintah membentuk kelompok terbang yang biasa disebut Kloter. Sedikit informasi bagi anda ditahun ini yang berkesempatan ke Rumah Allah untuk Menjalanka Ibadah Haji saya menulis tentang:

Tuntunan Ibadah Haji

Menunaikan ibadah haji adalah sesuatu yang amat dirindukan oleh setiap umat Islam, bahkan oleh yang telah menunaikannya berkali-kali sekalipun. Karena itu, bagi yang dimudahkan Allah untuk bisa menunaikan ibadah haji tahun ini agar menggunakan kesempatan emas itu dengan sebaik-baiknya. Sebab, belum tentu kesempatan menunaikan ibadah haji itu datang kembali.

Agar bisa beribadah haji dengan sebaik-baiknya, sekhusyu' - khusyu'nya dan menjadi haji mabrur, di samping harus ikhlas kita harus memiliki ilmu yang cukup seputar bagaimana menjalankan ibadah haji sesuai dengan tuntunan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Hal-hal yang mewajibkan haji

1.
Islam
2.
Berakal
3.
Baliqh
4.
Merdeka
5.
Mampu : meliputi kemampuan materi dan fisik. Barangsiapa tidak mampu dengan hartanya untuk memenuhi biaya perjalanan, nafkah haji dan sejenisnya maka ia tidak berkewajiban haji.  Adapun orang yang mampu secara materil, tetapi tidak mampu secara fisik dan jauh harapan sembuhnya, seperti orang yang sakit menahun, orang yang cacat atau tua renta maka ia harus mewakilkan hajinya kepada orang lain. Dan disyaratkan orang yang mewakilinya sudah haji untuk dirinya sendiri.


6.
Dan bagi perempuan ditambah dengan satu syarat yaitu adanya mahram yang pergi bersamanya. Sebab haram hukumnya jika ia pergi haji atau safar (bepergian) lainnya tanpa mahram, berdasarkan sabda Nabi Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam:

"Tidak (dibenarkan seorang) wanita bepergian kecuali dengan mahramnya." (Muttafaq Alaih).
Jika seorang wanita pergi haji tanpa mahram maka ia berdosa tetapi hajinya tetap sah.

Rukun Haji

Yang dimaksud rukun haji adalah kegiatan yang harus dilakukan dalam ibadah haji yang jika tidak dikerjakan hajinya tidak syah. Adapun rukun haji adalah sebagai berikut :
1.
Ihram, Yaitu mengenakan pakaian ihram dengan niat untuk haji atau umrah di Miqat Makani.
2.
Wukuf di Arafah, yaitu berdiam diri, zikir dan berdo'a di Arafah pada tanggal 9 Zulhijah.
3.
Tawaf Ifadah, Yaitu mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali, dilakukan sesudah melontar jumrah Aqabah pada tanggal 10 Zulhijah.
4.
Sa'i, yaitu berjalan atau berlari-lari kecil antara Shafa dan Marwah sebanyak 7 Kali, dilakukan sesudah Tawaf Ifadah.
5.
Tahallul, yaitu bercukur atau menggunting rambut sesudah selesai melaksanakan Sa'i.
6.
Tertib, yaitu mengerjakannya sesuai dengan urutannya serta tidak ada yang tertinggal.
Wajib Haji.

Adalah rangkaian kegiatan yang harus dilakukan dalam ibadah haji sebagai pelengkap Rukun Haji, yang jika tidak dikerjakan harus membayar dam (denda). Yang termasuk wajib haji adalah ;

1.
Niat Ihram, untuk haji atau umrah dari Miqat Makani, dilakukan setelah berpakaian ihram
2.
Mabit (bermalam) di Muzdalifah pada tanggal 9 Zulhijah (dalam perjalanan dari Arafah ke Mina)
3.
Melontar Jumrah Aqabah tanggal 10 Zulhijah
4.
Mabit di Mina pada hari Tasyrik (tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijah).
5.
Melontar Jumrah Ula, Wustha dan Aqabah pada hari Tasyrik (tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijah).
6.
Tawaf Wada', Yaitu melakukan tawaf perpisahan sebelum meninggalkan kota Mekah.
7.
Meninggalkan perbuatan yang dilarang waktu ihram

Rukun Umrah

1.
Ihram, Yaitu mengenakan pakaian ihram dengan niat untuk umrah di Miqat Makani.
3.
Tawaf Umrah, Yaitu mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali
4.
Sa'i, yaitu berjalan atau berlari-lari kecil antara Shafa dan Marwah sebanyak 7 Kali.
5.
Tahallul, yaitu bercukur atau menggunting rambut
6.
Tertib, yaitu mengerjakannya sesuai dengan urutannya serta tidak ada yang tertinggal.

Wajib Umrah

1.
Niat Ihram, untuk haji atau umrah dari Miqat Makani, dilakukan setelah berpakaian ihram
2.
Tidak berbuat yang diharamkan dalam berumrah

Cerita Abu Nawas - Ibu Sejati


Entah sudah berapa hari kasus seorang bayi yang diakui oleh dua orang ibu yang sama-sama ingin memiliki anak. Hakim rupanya mengalami kesulitan memutuskan dan menentukan perempuan yang mana sebenarnya yang menjadi ibu bayi itu.

Karena kasus berlarut-larut, maka terpaksa hakim menghadap Baginda Raja untuk minta bantuan. Baginda pun turun tangan. Baginda memakai taktik rayuan. Baginda berpendapat mungkin dengan cara-cara yang amat halus salah satu, wanita itu ada yang mau mengalah. Tetapi kebijaksanaan Baginda Raja Harun Al Rasyid justru membuat kedua perempuan makin mati-matian saling mengaku bahwa bayi itu adalah anaknya. Baginda berputus asa.

Mengingat tak ada cara-cara lain lagi yang bisa diterapkan Baginda memanggil abu nawas. abu nawas hadir menggantikan hakim. abu nawas tidak mau menjatuhkan putusan pada hari itu melainkan menunda sampai hari berikutnya. Semua yang hadir yakin abu nawas pasti sedang mencari akal seperti yang biasa dilakukan. Padahal penundaan itu hanya disebabkan algojo tidak ada di tempat.

Keesokan hari sidang pengadilan diteruskan lagi. Abu Nawas memanggrl algojo dengan pedang di tangan. abu nawas memerintahkan agar bayi itu diletakkan di atas meja.

“Apa yang akan kau perbuat terhadap bayi itu?” kata kedua perempuan itu saling memandang. Kemudian abu nawas melanjutkan dialog.

“Sebelum saya mengambil tindakan apakah salah satu dari kalian bersedia mengalah dan menyerahkan bayi itu kepada yang memang berhak memilikinya?”

“Tidak, bayi itu adalah anakku.” kata kedua perempuan itu serentak.

“Baiklah, kalau kalian memang sungguh-sungguh sama menginginkan bayi itu dan tidak ada yang mau mengalah maka saya terpaksa membelah bayi itu menjadi dua sama rata.” kata abu nawas mengancam.

Perempuan pertama girang bukan kepalang, sedangkan perempuan kedua menjerit-jerit histeris.

“Jangan, tolongjangan dibelah bayi itu. Biarlah aku rela bayi itu seutuhnya diserahkan kepada perempuan itu.” kata perempuan kedua. abu nawas tersenyum lega. Sekarang topeng mereka sudah terbuka. abu nawas segera mengambil bayi itu dan langsurig menyerahkan kepada perempuan kedua.

Abu Nawas minta agar perempuan pertama dihukum sesuai dengan perbuatannya. Karena tak ada ibu yang tega menyaksikan anaknya disembelih. Apalagi di depan mata. Baginda Raja merasa puas terhadap keputusan abu nawas. Dan .sebagai rasa terima kasih, Baginda menawari abu nawas menjadi penasehat hakim kerajaan. Tetapi abu nawas menolak. la lebih senang menjadi rakyat biasa.

sumber